Menghidupkan Bumi, Merawat Kemanfaatan: Kiprah LPPNU Guluk-Guluk Lewat “Rumah Bibit”

oleh -270 Dilihat

 


Maduratani.com–Islam memandang bumi bukan sekadar ruang hidup, melainkan amanah besar yang menuntut tanggung jawab moral dari setiap manusia. Konsep rahmatan lil ‘alamin menegaskan bahwa kehadiran umat Islam harus mendatangkan kebaikan bagi seluruh semesta, termasuk kelestarian alam. Berpijak dari kesadaran teologis ini, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) MWC NU Guluk-Guluk, Sumenep, menghadirkan langkah konkrit yang patut diapresiasi melalui program inovatif bertajuk “Rumah Bibit”.

Program ini lahir dari pembacaan mendalam terhadap realitas ekologis lokal. Di tengah ancaman degradasi lahan, alih fungsi alam, dan krisis kesadaran lingkungan, LPPNU Guluk-Guluk tidak memilih diam. Melalui Rumah Bibit, mereka memproduksi dan menyediakan berbagai varietas bibit tanaman produktif serta pelindung secara mandiri. Inisiatif ini dirancang bukan sekadar untuk penghijauan, melainkan sebagai ikhtiar jangka panjang dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

 




Dalam perspektif Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), menjaga kelestarian alam sejalan dengan prinsip hifzh al-bi’ah (menjaga lingkungan) yang merupakan bagian dari penjagaan atas kemaslahatan umum (maslahah mursalah). Apa yang dilakukan oleh LPPNU Guluk-Guluk merefleksikan nilai-nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang) dalam berinteraksi dengan alam. Manusia diposisikan sebagai khalifah yang bertugas memakmurkan bumi (imaratul ardhi), bukan sebagai perusak yang mengeksploitasi tanpa batas.

Gerakan Rumah Bibit juga memperlihatkan bagaimana tradisi NU bertransformasi menghadapi tantangan zaman melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas. Dengan melibatkan petani lokal, santri, dan masyarakat luas, program ini menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang kian terkikis. Setiap bibit yang disemai, dirawat, hingga ditanam di pekarangan warga atau lahan kritis, mengandung nilai ibadah sosial (hablum min al-alam).

Kiprah LPPNU Guluk-Guluk membuktikan bahwa dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah di era modern tidak hanya berpusat pada urusan ritual di atas sajadah, tetapi juga hadir di ladang, kebun, dan ruang-ruang publik untuk merawat kehidupan. Melalui Rumah Bibit, bumi dihidupkan kembali, kemanfaatannya disebarkan, dan masa depan ekologis umat dirajut dengan penuh hikmah serta tanggung jawab.


 


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.