Kursi Panas Empat Pimpinan OPD Sumenep: Dewan Tagih Janji Inovasi, Bukan Sekadar Duduk di Belakang Meja

oleh -66 Dilihat

Maduratani.com — Roda birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi berputar dengan formasi baru. Namun, angin segar dari pelantikan empat pejabat definitif ini langsung disambut dengan alarm pengawasan ketat dari legislatif. DPRD Sumenep menegaskan, jabatan baru bukanlah zona nyaman untuk sekadar “duduk di belakang meja”.

Sorotan tajam ini datang dari anggota Komisi I DPRD Sumenep, Hairul Anwar. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut secara terbuka mendesak agar keempat wajah baru di jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini mampu membuktikan kapasitas melalui terobosan nyata, kreativitas, dan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Pemimpin itu harus memiliki terobosan atau lompatan agar lebih baik, tentu dengan mengacu kepada visi dan misi bupati. Yang jelas, tidak hanya sekadar duduk dan bekerja di belakang meja, melainkan harus kreasi dan inovasi,” ujar Hairul dengan nada tegas.

Wajah Baru, Ujian Pertama Enam Bulan ke Depan

Empat pejabat yang kini resmi menakhodai instansi strategis di Sumenep tersebut adalah:

  • Dadang Dedi Iskandar sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub).

  • Hakiki sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

  • Kamiluddin sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

  • Yudi Nursukmadyanto sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Meski mengapresiasi langkah eksekutif yang sigap mengisi pos-pos kosong demi memaksimalkan efektivitas pemerintahan, pihak legislatif tidak akan memberikan cek kosong. Kinerja keempat pejabat ini dipastikan bakal berada di bawah mikroskop dewan.

Hairul menegaskan, Komisi I akan memberikan waktu penyesuaian, namun rapor merah siap dilayangkan jika dalam setengah tahun ke depan tidak ada perubahan signifikan yang ditunjukkan.

“Oleh karena itu, empat pimpinan itu perlu dilihat kinerjanya dalam enam bulan ke depan. Setelah itu perlu dilakukan evaluasi terkait kinerja yang dimiliki. Evaluasi itu penting sebagai bentuk pertanggungjawaban yang terukur. Mari kita pantau dan lihat kinerjanya,” pungkasnya.

Kini, bola panas berada di tangan Dadang, Hakiki, Kamiluddin, dan Yudi. Di tengah kompleksitas tantangan daerah—mulai dari tata kota, ketertiban umum, mitigasi bencana, hingga stabilitas politik—publik Sumenep menanti: apakah inovasi yang dijanjikan benar-benar terwujud, atau sekadar retorika pergantian jabatan belaka?

(fer/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.