HUT ke-81 RI di Sumenep Kental Nuansa Budaya, Dandim: Beda Pakaian, Tetap Satu Indonesia

oleh -44 Dilihat

 


SUMENEP – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep berlangsung dengan nuansa berbeda. Upacara yang digelar di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (17/8/2026), tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga sarat dengan keberagaman budaya.

Sejumlah pejabat dan peserta upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Pengibaran Sang Merah Putih semakin semarak dengan penampilan Bunga Sakti Nusantara.

 




Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada menjadi salah satu pejabat Forkopimda yang hadir dalam upacara tersebut. Menurutnya, nuansa budaya yang ditampilkan menjadi gambaran nyata bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari identitas bangsa.

“Hari kemerdekaan ini mengingatkan kita bahwa Indonesia dibangun dari banyak perbedaan. Pakaian adat boleh berbeda, tetapi semangat dan tujuan kita tetap sama,” kata Letkol Inf Citra Persada.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, bertindak sebagai inspektur upacara. Ia mengenakan busana adat Sulawesi. Sementara Teks Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin.


 

Letkol Inf Citra mengatakan, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati setiap 17 Agustus. Nilai perjuangan para pendahulu harus diteruskan melalui kerja nyata dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting setelah upacara ini adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kerja dan pengabdian. TNI bersama seluruh elemen masyarakat harus terus menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah pejabat Forkopimda turut hadir di podium. Mereka di antaranya Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin, Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim, Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, Ketua Pengadilan Negeri Sumenep Warsito, serta Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep Nislianudin.

Upacara juga diikuti organisasi kepemudaan, BUMD, tokoh masyarakat, pemuka agama, mahasiswa, pelajar, hingga perwakilan instansi vertikal. Pasukan upacara terdiri atas unsur TNI, Polri, ASN, dan pelajar.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan khidmat. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan, melainkan tanggung jawab bersama untuk terus menjaga persatuan dan membangun daerah. (yud/fer)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.