Optimalisasi Anggaran Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumenep 2026: Fokus pada DBHCHT dan Modernisasi Alsintan

oleh -78 Dilihat

Maduratani.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus menggenjot berbagai program strategis guna memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayahnya. Pada tahun anggaran 2026 ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui alokasi dan pengoptimalan anggaran yang menyasar ketepatan sasaran serta peningkatan produktivitas petani.

Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Sebesar Rp3 Miliar

DKPP Sumenep mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 sebesar Rp3 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung sejumlah program penting di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Kepala DKPP Sumenep menegaskan bahwa realisasi anggaran ini dipastikan berjalan tepat sasaran. Meskipun sebagian kegiatan harus melewati tahapan administrasi dan proses pelaksanaan yang berlangsung secara bertahap, progresnya terus berjalan secara optimal. Evaluasi dan pembaruan laporan secara berkala—termasuk pada triwulan ketiga—dilakukan untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penyerapan anggaran DBHCHT.

Dengan pengelolaan yang transparan dan terukur, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat Sumenep hingga akhir tahun.

Modernisasi Pertanian Lewat Alokasi Alsintan Rp1,9 Miliar

Selain dana DBHCHT, Pemkab Sumenep juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,9 miliar yang dikhususkan untuk melakukan modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).

Bantuan alat-alat mesin pertanian modern ini rencananya dihibahkan langsung kepada sejumlah kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Sumenep. Langkah strategis ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja petani dalam menggarap lahan.

  • Mempercepat proses pra-panen hingga pascapanen.

  • Mendukung pencapaian kemandirian ekonomi daerah serta kesejahteraan petani yang lebih merata sejalan dengan tema pembangunan Kabupaten Sumenep tahun 2026.

Melalui sinergi anggaran dari berbagai sumber dan pengawasan yang ketat, Pemkab Sumenep optimis sektor pertanian dan peternakan di wilayahnya akan semakin tangguh, modern, dan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.