Kementan Kucurkan Rp5 Triliun Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera

oleh -356 Dilihat
Ilustrasi lahan sawah yang terendam banjir dan rusak, menjadi target program rehabilitasi Kementerian Pertanian tahun 2026.
Ilustrasi lahan sawah yang terendam banjir dan rusak, menjadi target program rehabilitasi Kementerian Pertanian tahun 2026.

 


Maduratani.com– Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat merespons kerusakan lahan pertanian akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Anggaran sebesar Rp5 triliun telah disiapkan guna memastikan produksi pangan nasional tidak terganggu.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, mengungkapkan bahwa dana tersebut merupakan alokasi khusus dari pemerintah pusat. Ia menyebutkan bahwa sudah dianggarkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sekitar Rp5 triliun untuk kebutuhan tersebut. Sam menambahkan bahwa anggaran rehabilitasi ini bersumber langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto guna memulihkan lahan yang rusak.

 




Groundbreaking Rehabilitasi Serentak

Sebagai langkah awal penanganan fisik, Kementerian Pertanian menjadwalkan agenda besar pada pekan ini. Sam Herodian menjelaskan bahwa pada Kamis (15/1) pagi akan digelar acara di Aceh untuk groundbreaking, yang artinya menjadi titik mulai (start) untuk rehabilitasi lahan yang terdampak di tiga provinsi. Ia merinci bahwa posisi Menteri Pertanian akan berada di Aceh, sementara tim teknis lainnya akan tersebar di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kegiatan ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

Pembagian Tugas Antar-Kementerian

Dalam proses teknisnya, pemerintah menerapkan sistem penanganan terpadu berdasarkan tingkat kerusakan lahan. Sam merinci bahwa penanganan ini bukan hanya menjadi beban Kementerian Pertanian saja. Jika kerusakan masuk kategori berat, maka akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sedangkan kerusakan kategori sedang sampai ringan akan menjadi tanggung jawab Kementan. Di pihak Kementan, pihaknya akan membentuk kembali lahannya sampai proses menanam, termasuk memberikan bantuan peralatan atau alat mesin pertanian. Rehabilitasi ini mencakup pembentukan kembali struktur lahan, perbaikan saluran, hingga pendampingan tanam dan bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Komitmen Benih Gratis dan Tanpa Biaya

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah memastikan bahwa petani tidak akan dibebankan biaya sepeser pun dalam proses pemulihan ini. Saat meninjau lokasi bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Mentan menegaskan bahwa pemerintah akan ambil alih pembangunan sampai lahan kembali menjadi sawah, termasuk mengirimkan peralatan, bantuan, serta benih secara gratis. Pemerintah akan membangun kembali seperti semula dan melakukan penanaman sampai lahan tersebut diserahterimakan kembali kepada pemiliknya.


 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebutkan bahwa pendataan awal menunjukkan sekitar 70 ribu hektare lahan terdampak, dengan 11 ribu hektare di antaranya mengalami puso atau rusak berat. Ia menjelaskan bahwa lahan yang mengalami puso tersebut saat ini sudah tidak berbentuk sawah lagi. Untuk itu, Kementerian Pertanian akan melakukan perbaikan melalui program cetak sawah, termasuk penyediaan benih dan alat mesin pertanian agar lahan bisa kembali produktif.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.